Sabtu, 22 Februari 2025, Kajian Taslam (Ta'lim Sabtu Malam), yang disampaikan oleh ustadz H. Mustafid Ma'arief, Lc., M. PdI., di masjid At-Tanwir Perumahan Arjuna View, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Semanding, Kec. Dau Kab. Malang, mengangkat tema: "Tamtsil Nyamuk".
Perumpamaan (Tamtsil) Allah SWT menciptakan seekor nyamuk disebutkan di dalam Surah al-Baqarah ayat 26 yang memiliki terjemahan: "Sesungguhnya Allah SWT tidak segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Tetapi orang-orang yang kafir berkata, 'Apa maksud Allah SWT menjadikan ini sebagai perumpamaan?' Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan oleh Allah SWT kecuali orang-orang fasik".
Paling tidak, ayat tersebut memiliki makna sebagai berikut: (1) Hikmah dalam hal-hal kecil. Allah SWT menunjukkan bahwa meskipun nyamuk itu kecil dan dianggap remeh, Dia tetap ciptaan-Nya yang memiliki keajaiban dan tujuan tersendiri. Bahkan makhluk sekecil itu pun memiliki sistem tubuh yang kompleks, dan sekaligus menunjukkan kebesaran Allah SWT. (2) Ujian Keimanan
bagi orang beriman akan pemahaman, bahwa segala ciptaan Allah SWT, termasuk yang kecil, memiliki hikmah. Sedangkan orang kafir justru mempertanyakan dan meragukan kebijaksanaan Allah SWT, yang menunjukkan atas kesombongan mereka. (3) Petunjuk dan Kesesatan. Perumpamaan ini menjadi petunjuk bagi orang-orang yang mencari kebenaran, tetapi menjadi sebab kesesatan bagi mereka yang menolak menerima kebenaran dengan hati yang sombong dan fasik.
Jadi, ayat ini mengajarkan kepada kita semua, bahwa Allah SWT sangat bisa memberikan pelajaran dari hal sekecil apapun, dan hanya mereka yang beriman yang bisa mengambil hikmahnya.
Untuk mewujudkan makna dari perumpamaan nyamuk berdasarkan Qs. al-Baqarah: 26 dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkannya dalam beberapa cara berikut:
1. Menghargai Hal-hal Kecil.
Jangan meremehkan hal kecil dalam hidup, karena bisa jadi itu memiliki hikmah besar. Contoh: Mengucapkan salam, senyum kepada orang lain, atau menolong dengan hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.
2. Meningkatkan Rasa Syukur.
Nyamuk adalah makhluk kecil tetapi diciptakan dengan sistem yang kompleks, ini mengingatkan kita bahwa Allah SWT Maha Kuasa dalam menciptakan segala sesuatu. Contoh: Bersyukur atas nikmat kecil seperti udara yang kita hirup, kesehatan, atau makanan yang tersedia.
3. Tidak Sombong dan Meremehkan Ilmu.
Orang yang sombong sering menganggap hal kecil tidak penting, padahal ilmu Allah SWT sangatlah luas dan penuh dengan hikmah. Contoh: Jangan menolak dan meremehkan nasihat meskipun nasehat tersebut datang dari orang biasa atau bahkan anak kecil.
4. Mengambil Pelajaran dari Sekitar.
Seperti nyamuk yang menjadi perumpamaan dalam al-Qur’an, setiap ciptaan (makhluk) Allah SWT bisa menjadi bahan renungan (tadabbur dan tafakkur). Contoh: Memahami bahwa setiap kejadian dalam hidup, baik atau buruk, memiliki hikmah yang bisa diambil.
5. Berusaha Menjadi Orang yang Mendapat Petunjuk.
Ayat ini menyebutkan bahwa ada yang mendapat petunjuk dan ada yang tersesat. Pastikan kita termasuk yang mendapat petunjuk dengan selalu mencari kebenaran. Contoh: Mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah, membaca al-Qur'an, dan memperbaiki akhlak.
Melalui kajian tafsir tentang Tamtsil nyamuk ini, kita sebagai insan yang beriman, dapat mengambil hikmah, sekaligus menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tamtsil ini juga bisa menjadi 'daya kejut' bagi kita semua akan kebesaran dan keagungan Allah SWT, agar menjadi pribadi (insan) yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari (*)
Penulis: Prapto Isnandar
NetizMu: Lutfi Letvana
Komentar
Posting Komentar