Dalam beberapa tahun terakhir, istilah buzzer semakin akrab di ruang publik. Awalnya, buzzer dikenal sebagai akun atau kelompok yang digunakan dalam konteks politik untuk menggiring opini, memperkuat narasi tertentu, atau melemahkan pihak lain. Mereka bekerja dengan pola yang relatif seragam: pesan singkat, judul provokatif, repetisi cepat, dan penyebaran masif dalam waktu singkat. Tujuannya bukan semata menyampaikan informasi, melainkan membentuk persepsi. Fenomena yang mengkhawatirkan muncul ketika pola kerja buzzer ini tampak menular ke sebagian media massa, termasuk dalam isu keagamaan yang sensitif seperti penentuan awal Ramadan. Dalam 24 jam terakhir, terlihat bagaimana sejumlah media mengunggah judul yang terkesan “mendukung” satu keputusan awal Ramadan tertentu, seolah-olah sedang melakukan kampanye narasi, bukan verifikasi informasi. Salah satu contohnya adalah pemberitaan tentang dimulainya puasa oleh Arab Saudi. Beberapa media sudah menurunkan judul seperti “Arab Saudi ...
Foto bersama di depan masjid Nurul Islam Tajinan Pada Ahad, 15 Februari 2026, suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Gedung Dakwah PCM Tajinan yang baru saja diresmikan oleh PDM Kabupaten Malang. Komunitas BikersMu menggelar Kopdar sekaligus silaturahmi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tajinan dalam sebuah agenda yang tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menguatkan spirit dakwah. Kegiatan diawali dengan forum silaturahmi yang diisi taushiyah serta sharing program dan aktivitas dakwah antara BikersMu dan PCM Tajinan. Dalam sambutannya, Ketua PCM Tajinan, Mahmudin, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan komunitas BikersMu. “Dengan kunjungan ini, kami semakin optimis karena makin banyak teman dan saudara untuk bersama-sama membesarkan dan mengembangkan dakwah Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Tajinan,” ungkapnya. Semangat kolaborasi terasa kental. Kopdar yang identik dengan kebersamaan para pecinta roda dua, kali ini menemukan makna yang lebih dala...