Sholat Idul Fitri dan Idul Adha bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi juga syiar besar Islam yang sarat makna spiritual dan sosial. Cara pelaksanaannya pun memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Di tengah dinamika umat hari ini, menghidupkan kembali sholat Id di tanah lapang menjadi bagian dari upaya meneguhkan Islam berkemajuan, Islam yang kembali pada sumber otentik sekaligus menghadirkan kemaslahatan luas. Merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang terjemahannya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju mushalla (lapangan).” Hadits ini berstatus muttafaq ‘alaih, derajat tertinggi dalam kesahihan. Dikuatkan pula oleh riwayat dari Ummu Atiyyah, yang artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk keluar (ke lapangan) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha…” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim). Bahkan perempuan, termasuk yang sedang haid, dianjurkan hadir untuk menyaksikan syiar tersebut. Sebaliknya, riwayat sholat Id d...
Foto diambil dari wilayah Dau Malang pkl 05:18 (17/03/2026) Pagi ini, terlihat jelas bulan sabit di ufuk timur makin menipis. Itu memang pertanda bahwa bulan qamariyah sedang menuju akhir. Dalam kalender hijriah, fase bulan yang semakin tipis menjelang fajar sering disebut sebagai bulan tua. Secara alamiah, ini memang memberi isyarat bahwa kita sedang mendekati pergantian bulan, termasuk menuju awal Syawal. Namun, apakah dengan melihat bulan sabit yang mulai menipis di pagi hari ini, Selasa 17 Maret 2026 otomatis berarti hilal akan terlihat pada Kamis sore 19 Maret 2026? Belum tentu. Dalam ilmu falak, hilal yang menjadi penanda awal bulan baru adalah bulan sabit yang pertama kali muncul setelah terjadinya ijtimak (konjungsi) dan terlihat di ufuk barat setelah matahari terbenam. Jadi meskipun pagi hari (Kamis) seandainya kita bisa melihat bulan tua yang sangat tipis di ufuk timur, belum tentu sore harinya hilal baru sudah cukup tinggi dan cukup terang untuk dapat dirukyat. Fenomen...