Langsung ke konten utama

Postingan

Buya Anwar Abbas Akan Hadiri Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang di Dau

Ahad, 01 Februari 2026. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, menjadi tuan rumah Pengajian Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Pengajian rutin ini dihelat di halaman dan area parkir Warung Tani Dau.  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dau, bapak Sukma Jaya, S.Ag., M.Pd., memberikan kabar gembira, "bahwa nanti, InsyaAllah yang menjadi pembicara dalam pengajian kali ini adalah, pak Anwar Abbas. InsyaAllah beliau siap hadir, ini berita yang sudah terkonfirmasi melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, dari pak Nurul-", sapaan akrab dari Dr. HM Nurul Humaidi, M.Ag. Kabar ini disambut dengan baik oleh Panitia dan  tuan rumah warga Muhammadiyah di Kecamatan Dau. Ustadz  Dr. Yasin Kusumo Pringgodigdo, S.PdI., M.HI., sebagai ketua pelaksana, berpesan kepada teman-teman yang tergabung dalam kepanitiaan, agar tetap semangat dalam mempersiapkan agenda ini dan terus berkomunikasi jika ada hal-hal yang baru.  "Wah, mantab ini, pembicaranya. Pak Anwar...
Postingan terbaru

Syhmpony al-Quran: Gema Rungu menuju Jejak Laku.

Perjalanan seorang mukmin bersama Al-Qur'an bukanlah sekadar rutinitas membaca, melainkan sebuah pendakian spiritual yang memiliki tingkatan-tingkatan indah. Langkah pertama dimulai dari al-Istima' , yakni kesediaan telinga untuk menyimak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 204, bahwa ketika Al-Qur'an dibacakan, kita hendaknya mendengarkan dengan saksama dan diam agar rahmat Allah tercurah. Mendengar bukan sekadar menangkap suara, tapi menghadirkan hati. Sebagaimana kata para ulama, rahmat Allah begitu dekat kepada mereka yang diam mendengarkan kalam-Nya; jika pendengar saja mendapat rahmat, bayangkan apa yang didapatkan oleh pembacanya. Setelah telinga terbiasa bersinggungan dengan wahyu, interaksi naik ke level al-Tilawah . Dalam Surah Al-Baqarah ayat 121, Allah memuji mereka yang membaca Al-Kitab dengan haqqah tilawatih,  sebenar-benarnya bacaan. Para mufassir menjelaskan bahwa membaca dengan sebenar-benarnya mencakup tajwid yang be...

Kritik atas "Sejarah Tuhan" ala Karen Armstrong.

Sebagai pembaca yang kritis, penting untuk menimbang karya Armstrong ini dari perspektif Islam yang otentik. Meskipun banyak intelektual Muslim yang menghargai upaya Armstrong dalam membangun dialog antaragama, para ulama dan cendekiawan Muslim memiliki beberapa keberatan mendasar terhadap metodologi dan kesimpulan dalam "Sejarah Tuhan". Kritik Epistemologis dan Metodologis. 1. Pendekatan Historis-Reduksionis: Ulama mengkritik Armstrong karena memperlakukan Tuhan sebagai "konsep" yang berevolusi dalam sejarah manusia, bukan sebagai Realitas Absolut yang mengatasi sejarah. Dalam Islam, Allah SWT adalah al-Haqq (Kebenaran Mutlak) yang keberadaan-Nya tidak bergantung pada persepsi atau evolusi pemikiran manusia. 2. Penyamarataan Pengalaman Religius: Armstrong sering menyamakan pengalaman mistis semua agama sebagai esensi sejati ketuhanan. Ulama seperti Syekh Hamza Yusuf mengingatkan bahwa meskipun ada kemiripan eksternal, pengalaman sufi Islam memiliki das...

Maket Day Semarakkan Showcase SD Muhammadiyah 08 Dau.

      (Dok.Pribadi : SD Muhammadiyah 08 Dau/Stand Paguyuban Kelas) SD Mapan Dau , Market Day bersama Paguyuban ramaikan Showcase Ekstrakulikuler Siswa SD Muhammadiyah 08 Dau. Sabtu, (20/12/25) kegiatan ini menampilkan beragam talenta muda yang diwadahi dalam bentuk pembinaan minat bakat dan ekstrakulikuler. Pada gelaran kali ini menjadi semakin meriah dengan hadirnya beragam produk yang dimunculkan dan diinisiasi oleh Paguyuban Kelas. "Suasananya Menyenangkan dan Ramai semoga Tahun depan diadakan lagi seperti ini." Tutur Ina Isnawati saat menyampaikan kesannya mewakili paguyuban.     (Dok.Pribadi : SD Muhammadiyah 08 Dau/Stand Paguyuban Kelas) Kegiatan ini digelar di lapangan SD Mapan dan dihadiri oleh seluruh Keluarga Besar SD Muhammadiyah 08 Dau beserta perwakilan paguyuban dan wali murid yang bertepatan dengan kegiatan pengambilan Raport Semester. -Sholikhul Nur-

Puting Beliung Sumbersekar: Musibah atau Peringatan?

Puting Beliung Jelang Ashar.  Ahad, 02 Nopember 2025, sekitar pukul 14.15  Wib, tepat menjelang kumandang adzan shalat Ashar, angin puting beliung menerpa kawasan Sumbersekar Dau Kabupaten Malang, tepatnya di dusun Krajan. Hembusan angin kencang yang menerbangkan atap rumah penduduk sekitar, menumbangkan beberapa pohon besar dan memutus kabel aliran listrik, termasuk jaringan internet. Bahkan, amukan puting beliung menimbulkan beberapa ledakan dan percikan api di Saluran Udara Tengangan Ekstra Tinggi (Sutet) yang membentang di kawasan tersebut. Terpantau beberapa puing atap spandek bertengger di ruas kabel yang berbahan baja dan berlapis alumunium itu. Hal ini mengakibatkan pemadaman listrik dan menimbulkan kerusakan fatal pada jaringan arus bertegangan tinggi.  Menurut beberapa keterangan warga sekitar, mereka menceritakan, bibit pusaran angin mulai terbentuk di sekitar lereng kebun jeruk, tepatnya di samping perumahan Iconic, kemudian melaju dan menyapu atap...

Profesionalisme dan Etika Dalam Teknologi Informasi di Indonesia: Gak Cuma Soal Skill, Tapi Perlu Juga Hati yang Bersih

            Teknologi informasi itu kayak pisau, bisa bikin hidup makin gampang tapi juga bisa bikin pusing nggak karuan kalua nggak dikendalikan dengan baik. Di Indonesia, yang sekarang ini pengguna internetnya sudah berjibun, profesionalisme dan etika di dunia teknologi informasi itu sebenarnya bukan Cuma soal jago coding doang. Tapi, lebih dari itu: soal gimana kita menjaga hati, tanggung jawab, dan komitmen moral supaya teknologi yang kita pakai dan bikin itu nggak nyakitin orang lain. Kenapa Profesionaisme dan Etika TI Penting Banget Banget?        Kalo ngomongin teknologi informasi di Indonesia, jangan dibayangkan Cuma soal gadget terbaru atau aplikasi kece yang lagi hits. Teknologi informasi udah nyentuh kehidupan semua orang, mulai dari yang urus pajak, sekolah online, transaksi jual beli sampai nyimpen data pribadi yang super penting. Nah, di sinilah letak bahaya kalua profesionalismenya nggak jalan dan etika kehil...

MEMAKNAI SUMPAH PEMUDA DI ERA DIGITAL

  Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.  Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.  Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Tiga kalimat sederhana itu, yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928, telah menjadi pondasi lahirnya bangsa besar bernama Indonesia. Di bawah tekanan penjajahan, para pemuda masa itu berani memimpikan persatuan, di saat bahkan menyebut nama “Indonesia” saja masih dianggap berbahaya. Kini, hampir seabad kemudian, tantangan bangsa ini bukan lagi tentang mengusir penjajah berseragam. Penjajahan itu telah berganti wujud, hadir lewat arus deras teknologi, budaya global, dan informasi yang berloncatan tanpa batas. Di sinilah makna Sumpah Pemuda diuji kembali: masihkah generasi muda kita berani menyatukan diri dalam semangat cinta tanah air di tengah pusaran dunia digital? Era digital telah mengubah wajah kehidupan manusia. Dunia kini se...